♡Annyeong Haseo♡

Image and video hosting by TinyPic

Update. Status. !

gyaaa.. saya kehilangan kucing ! !
kalau ada yang nemu, tolong antar ke rumah yaa..
TT_TT
- - Our Journal - -

This is about everything...

Image and video hosting by TinyPic
Tampilkan postingan dengan label Ustad/Ustadzah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustad/Ustadzah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Saranghae Ramadhan

Assalammu’alaikum, kawan !

Sekarang ana nongol lagi setelah menghilang entah-kemana dalam waktu yang cukup lama pula, hoho, mungkin antum-antum pun juga sudah pada kangen sama ana*halah. gubrak*. Daann, tara...!!! Sepertinya ana bakal rajin nge-post lagi tuh... hehe.. makanya sok atuh, sering-sering mampir ya, kalau gak ntar rugi lhoo... (hheeeee... bercanda).

Yap, gak disangka-sangka. Dalam beberapa hitungan hari lagi kita akan memasuki bukan Ramadhan, dan gak nyangka ternyata sebentar lagi kita akan di pertemukan dengan bulan yang mulia itu. Jadi ayo sambut Ramadhan dengan suka cita, ”Saranghae Ramadhan !”. Sebelumnya, ana musti sunkeman dulu nih sama antum, yah mana tahu ana ada salah, jadi mohon di maafin ya, hehe emang siapa sih yang gak pernah bersalah? Semua pernah punya kesalahan kecuali the One perfect person, Nabi Muhammad SAW seorang! Jadi, ana, antum, dia dan kita punya kesalahan, so yuk maaf-maafan bareng! Supaya puasa kita nanti lebih afdhal!


Image and video hosting by TinyPic

Ma'af-ma'afan di kelas



Woekeh, hari apa kemarin? Yap, hari Jum’at.

Nah, karena sebentar lagi Ramadhan datang, kita sebagai seorang muslim wajib menyambutnya dengan riang gembira dong, maka jadilah hari jum’at kemarin kami pawai menyambut Ramadhan. Pawai ini di ikuti oleh seluruh murid SD IT al-Fityah sampai SMP IT al-Fityah! Maka, kurang lebih ada 500 orang yang ber-pawai! Wow!
Jalur pawainya pun hanya di lingkungan sekitar sekolah, jadi gak jauh-jauh amat lah! Hehe.. Di pawai ini ana bertugas membawa spanduk sekolah, terus yang lainnya ada yang membawa poster, membagi-bagikan imsakiyah, juga ada yang membawa bendera sekolah *hehe, biar sekolah kami terkenal gitu*



Image and video hosting by TinyPic

the blue poster created by:
Ade, Akla and Dina


Image and video hosting by TinyPic

Creation by akhwat's avicenna class



Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

Oke, mari lupakan soal jalur pawai itu. Namun karena jalur jalan-jalan yang di lalui cukup sempit, jadilah barisan kami tidak teratur, padahal seharusnya barisan paling belakang di isi oleh anak SMP kemudian barisan depan di isi oleh anak SD, eh tapi malah tetap ada anak SD yang nyasar baris ke barisan SMP. Anak-anak SMP juga gak mau kalah! Padahal seharusnya baris di barisan paling belakang, eh mereka malah terus merangsek maju ke depan, ke barisan anak SD *gubrak!*, gimana gak amburadul tuh.. .

Untunglah saat itu cuaca sedang ayem, jadi kami tidak terlalu sesak saat pawai. Namun, ya gimana lagi, tetap saja ada juga sesak sedikit-sedikit, wong jumlah yang pawai aja 500 orang, dan lagi jalannya pun sempit! Haduuhh.... serasa lagi naik haji euy! Gimana kalau naik haji beneran ya??

Image and video hosting by TinyPic

see?
too many people here !
it's just like pilgrimage to the holy mosque. right?


Meski begitu, tapi pawai kali ini mengasyikkan sekali lho! Walau sesak, cape’ atau panas-panasan lah, tapi tetap saja asyik, soalnya selama pawai Ade menghibur kami dengan lagu-lagu yang di nyanyikannya. Bukannya malah kecape’an karena pawai, ana malah ketawa-ketawa selama pawai berlangsung, asli! Ade kocak sekali.. jadi meski dalam pawai begini, Ade mampu menghibur kami, padahal sebenarnya dia sendiri juga lelah sekali. Bayangkan, selama pawai dia terus bernyanyi tanpa henti, tanpa istirahat sama sekali! Wow...!


Image and video hosting by TinyPic



Thank you Ade,
Thanks for your song..
Cuz that’s make all of us
more spirit than before.. thanks ade!

Hingga tanpa terasa kami pun sudah sampai di sekolah lagi! Wow... kayaknya jalurnya kurang panjung tuh, hehe.. panjangin lagi lah ustad…! Yap, setibanya di sekolah.. langsung dahh.. foto-foto lagi, bahkan ustad dan ustadzah pun kami ajak! Hehe.. ddasaaaarr, memanglah anak-anak narsis!


*Random Pictures from yesterday*

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

it were when we take a rest for a minutes


Image and video hosting by TinyPic

it's Fadilla. intan's young sister.


Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

From left to right. Sarah & Muthi


Image and video hosting by TinyPic

These are Amiroh, Ustzh. Atien & Dina




Image and video hosting by TinyPic

.ikhwan.

* from top to bottom *
* from left to right *
| ilham | irvan | ust. zainal | fadel | hanafi | ridol | faris | rizki |
| arif y. | harpin | ikhsan | arya | dudi | azzam |


* Amiroh & ust. Nata *

Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

Abit & Rena



Image and video hosting by TinyPic



.akhwat.

* from top to bottom *
* from left to right *
| khaulah| ust. zainal|
| fifi |
| iid | ustzh. atien| ani {me}| ade | intan|
| wafa | amiroh | abit |
| richa | dina |



*my own lett
er for all*

Image and video hosting by TinyPic


bye.. see you on next post, guys...

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Kamis, 01 Juli 2010

Nostalgia


^Guru, jasa-jasamu sungguh tiada tara^


Pernahkah guru antum mengundurkan diri, atau bahkan diberhentikan? Padahal mereka adalah guru yang antum senangi, guru yang sangat baik dan juga menyayangi kalian! Dan tiba-tiba.. mereka pun mengundurkan diri/diberhentikan!? Nah, itulah yang ana alami...



#1. Ustdzh. Ana Supriatin


Image and video hosting by  TinyPic


Pertama yang mengundurkan diri adalah Ustadzah Ana Supriatin, guru matematika sekaligus juga wali kelas kami. Selalu membuat kami semangat sehingga menyukai pelajaran matematika yang dianggap kebanyakan orang ”mematikan” itu, heuhehehe... Tapi meski mengajari matematika, ustdzh. Ana sama sekali gak kelihatan seperti

guru killer lho, ustadzah malah membuat kami ingin selalu belajar, lagi, lagi dan lagi.. Hhahay! Pokoknya belajar dengan ustdzh. Ana gak membosankan, deh! Suer!

Kita jadi diajari sampai mengerti~ hohoho...


Namun, tiba-tiba ustdzh. Ana pun mengundurkan diri, karena sudah menikah. Memang waktu itu anteng terdengar gossip kalau ustdzh, mau mengundurkan diri. Jadi, sewaktu mau mengumpulkan komentar untuk rapor, ana pun bertanya. Namun ustdzh cuma diam, dan tiba-tiba air mengalir di mata ustadzah. Ana pun menjadi tahu bahwa ustdzah memang ingin mengundurkan diri...tidaaaaaak! rasanya ana juga pengen nangis!


Dan dindong, ternyata memang benar.~ ketika kami masuk sekolah setelah puas berlibur, ternyata ustdzah sudah mengundurkan diri. Dan sejak itu, suana kelas amburadul, kami pun bagaikan itik kehilangan induknya, saat belajar saja selalu merisuh, pokoknya kacauu!! Guru-guru pun jadi pada gak simpati lagi pada kami. Padahal saat ustdzh. Ana masih ada, kami gak senakal ini! Huaaaa.... please, ustdzh.. come back... ~ ~




Image and video hosting by TinyPic
prosesi penyerahan hadiah
hehehe... kertas kadonya sampai di hias dengan
tanda tangan kami 1 kelas lo..
wkwkwkwk..



Setelah itu, yang menggantikan ustdzh mengajar MTK adalah ustd. Mardiansyah, ustd. Tono dan Ustd. Hasbi.. Namun, tidak ada yang dapat mengajar sebaik ustdzah..~



#2. Ustd. Bushamidi


Image and video hosting by TinyPic

ya ampuun.. muka si ustad serius bener?

XXD~



Ustd Bushamidi, guru bahasa Inggris kami. Guru yang akrab dan dekat dengan murid-muridnya. Pernah suatu ketika ada guru yang tak masuk, ustad pun malah masuk dan mengajak kami nonton film.. *eeitt, membayangkan kami nonton di bioskop? wong cuma nonton di LCD kok....*. Yup, guru yang memperhatikan murid-muridnya, jadi jika tak ada guru yang masuk, maka si Ustad akan masuk dan mengajak kami nonton ataupun bercerita.


Ustad gak terlalu mengajari kami tentang grammar, tetapi motto teranyar ustad, ”Jangan terlalu pedulikan tentang grammar *hehe, tahukan grammar? Itu lhooo, artinya = tata bahasa.* Yang penting hapalkan banyak kosakata...”. Heuhehehe, dulu mah si ustd kami panggil dengan Ustd. Busha, tapi berhubung kedengarannya gak enak di dengar *dan sepertinya tak sopan pula, hohoho..* jadilah panggilan untuk ustad diganti dengan ustd. Bush!


Pas kelas 1 kami di ajari oleh ustd. Zumri, namun tiba-tiba sang ustad malah digantikan dengan guru baru! Nah lho! Rupanya guru baru itu adalah ustd. Bushamidi! Awalnya kami sempat gak mau diajri ustd. Bush, hohoho... soalnya lebih enak kalau ustd. Zumri yang ngajar, tapi dengan pede ustd. Bush bilang begini, ”Ustad akan membuat antum lebih menyukai ustad, dibandingkan ustad Zumri”.. gleg.

Nah, berhasilkah perkataan ustd. Bush? Ternyata berhasil.


Tiba-tiba terdengar berita yang lagi happening, katanya ustad. Bush diberhentikan. Hah? Dan itu bukan sekedar cerita, ternyata memang benar. Dengar-dengar ustd. Bush diberhentikan karena masa mengajarnya sudah habis, dan juga karena hubungan ustd. Bush dan yayasan yang kurang baik. Jadi.. sang ustad pun diberhentikan.

Kami pun menjadi sangat sedih ~

Sebelumnya, ana dan teman-teman sempat bertanya ke ustad Bush, tapi ustd. Bush hanya diam saja. Dan.. ”Tulah.., ustad ni mada.. kenapa cari masalah dengan yayasan..”, celetuk usil akla. ”heh.. darimana antum tahu?”, jawab sang ustad kebingungan, *heuhehehe.. tak tahu ustad, akla kan di kasih tahu sama ustadzah. Eva... hohoho..*

Esoknya, ustd. Bush pun gak masuk, rupanya ustad Bush memang sudah diberhentikan. ~o~o~

Dan yang menggantikan ustd. Bush adalah ustad Nata. Yap, Ustad Nata yang mengajar bahasa arab secara tiba-tiba merangkap menjadi guru bahasa Inggris! Wow! Nah, saat itulah kami menyadari perkataan ustd. Bush itu memang benar...


Image and video hosting by TinyPic


”Ustad akan membuat antum lebih menyukai ustad, dibandingkan ustd. Zumri...”, ..dzigg...

perkataan ustad pun terngiang-ngiang.





#3. Ustd. Heri Budiono


Image and  video hosting by TinyPic


Image and video hosting by  TinyPic
Ya ampuun..
ana turut berduka cita pada balon merah itu.
Kasian kamu balon..
ckckckc..


Namanya Ustd. Heri Budiono, guru PAI sekaligus guru Pkn *heuhehehe.. banyak yak, guru yang ngajarnya double...*. Yups, kalau di pikir-pikir nama ustd. Heri mirip dengan wakil presiden kita, yaitu ”Budiono”... tapi tenang, ustd. Heri mah bukan wakil presiden, melainkan seorang guru yang mengajar di SMP Al-Fityah, hohoho...

Ustad akrab sekali dengan murid-muridnya, ustad hobi bercerita dan membacakan cerita humor di sela-sela pelajaran, pokoknya mah sangat mengasyikkan.

Belajar sama ustd. Heri sangat menyenangkan, Pkn pun rasanya mudah. Dan tak disangka nilai-nilai kami pun menjadi tinggi di mata pelajaran satu ini *yak, bangga... padahal ana gak terlalu suka pelajaran pkn, lho. Heuhehehe...*


Dan lagi-lagi, tiba-tiba terdengar berita kalau ustd. Heri bakal pindah mengajar ke SD, dan digantikan oleh ustd. Zainal. Hah?! ”Uhmm... gak mungkin. Palingan cuma gossip aja tuh”, kata ana cuek, wew.. masa’ harus percaya gosip begituan.Gak mutu! Namun, ternyata berita itu memang benar, katanya SD kekurangan guru alhasil guru SMP pun diminta mengajar di bagian SD. Dan lagi guru yang diminta untuk mengajar di SD adalah Ustd. Tono, Ustd. Khairul atau Ustd. Heri. Dan ternyata guru yang harus pindah adalah Ustd. Heri. Nah, lho?! Jadi, berita itu memang benar dong?


”Iya, memang benar, ni...”, jawab salah seorang makhluk penghuni kelas ibnu rusyd dengan nada sedih. Dan... ”Woyy, demo yok!”, celetuk seseorang disana. ”Yooooo!”, jawab yang lain dengan serentak. Wusshh.. mereka pun pergi menyerbu Ustd. Sanjaya (kepala sekolah smp). Tinggallah ana sendiri. Bingung. Gak tahu harus berbuat apa. Antara percaya dan tidak percaya. Kemudian, menyusul adik kelas di belakang sana, mereka datang beramai-ramai dengan mata basah. Ana pun bertanya pada mereka. Dan jawabannya.. ternyata ustd. Heri memang benar PINDAH!


”Terus, ustad Heri nya gimana?”, tanya ana yang bingung ini.

”Ustad Heri masih di atas kak, tadi kami sudah mengajak ustad ikut demo. Tapi ustad gak mau... Kata ustad, Ustad mau menenangkan diri dulu...”, jawab mereka sesenggukan. Kemudiaan, mereka pun mengikuti langkah kakak kelasnya yang pada bandel itu untuk demo, tumben kompak.


Setelah insiden itu, ustd. Heri gak masuk. Rupanya ustd. Heri malah juga gak mengajar di bagian SD sama sekali, denger-denger karena istri ustad juga mengajar di SD, ustad pun malah gak boleh mengajar di SD. Lho, kalau memang begitu, seharusnya ustad Heri bisa kembali mengajar kami kan?

”Ustad Heri gak mengajar lagi karena ustad Heri harus menyelesaikan kuliahnya dulu”, jawab ustad Sanjaya. Lo, lo, lo.. apa maksudnya...




#4. Ustdzh. Eva Riati Rambe



Image and video hosting by TinyPic



Ustadzah Eva Riati Rambe, guru fisika sekaligus guru kimia *juga menjadi wali kelas kami saat kelas 1 SMP*. Guru yang mengasyikkan dan sangat kami sayangi, serta memberi inspirasi. Ustadzah yang memiliki marga Rambe ini mengajari kami dengan semangat, pokoknya kalau ustadzah. Eva yang mengajar dijamin kelas bakal anteng, kami pun jadi jinak-jinak, hohoho. Bukan karena ustadzah Eva galak lho, noooo! Malahan ustadzah baik sekali, sama sekali gak galak, namun kharisma ustadzah lah yang membuat kami bagaikan terhipnotis itu mengikuti pelajaran dengan baik...! Yap, soalnya kalau tidak memperhatikan ustadzah, kacoww... hilang deh kesempatan mendapat nilai bonus dari ustadzah *heuhehehehee...*


Ustadzah Eva guru yang dekat dengan muridnya, ustadzah juga sering bercerita sampai-sampai kami selalu termotivasi tiap mendengar ceritanya. Ustadzah Eva mengerti kami, mengerti bahwa kami semua memiliki kecerdasan, ustadzah juga selalu menganggap kami sebagai kebanggaannya. ”Ustadzah selalu bangga pada antum, semoga ibnu rusyd tetap menjadi kelas kebanggaan ustadzah hingga kelas tiga nanti....”, kata ustadzah dengan tulus.

Pernah suatu ketika ustadzah berkata, ”Apapun profesi antum di masa depan nanti, tetaplah berguna bagi nusa, bangsa serta agama, bahkan meskipun antum menjadi tukang sapu jalanan”.


Kemudian, setelah ustdzh. Ana mengundurkan diri, tiba-tiba di depan kelas ustadzah Eva mengatakan bahwa ustadzah diberhentikan oleh sekolah. Dan.. kami shock mendengar itu, sontak kami pun menangis secara berjama’ah. ”Ustadzah.. diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas...”, kata ustadzah sambil menangis. Huaaaaa! Masa’ kami kehilangan guru lagi! Suer! kami benar-benar shock....


Dan dengar-dengar, ternyata ustadzah dikeluarkan karena ustadzah mengikuti tes masuk PNS, dan masalahnya ustadzah malah gak bilang-bilang soal itu pada sekolah dan yayasan. Padahal masuk PNS berarti harus berhenti mengajar disini, karena ini adalah sekolah swasta, jadi gak mungkin kan kalau ustadzah masih dapat mengajar kami disini. Tapi akhirnya ustadzah memang gak diterima masuk PNS, namun karena ustadzah gak bilang-bilang soal tes masuk PNS itu, akhirnya ustadzah malah dikeluarkan! Hah!


Kami pun gak terima, dan sekali lagi... kami pun demo! *hussh.. jangan membayangkan kalau kami turun ke jalan-jalan sambil membakar ban seperti di tv-tv itu lhooo. Terus sambil ber-orasi pula, hehehe... gak mungkin lah. Wong sebenarnya demo nya cuma mendatangi ustad-ustad sambil protes-protes gak terima, hohoho. Jangan ambil guru kami lagiiii....~ Hiks.. hikss....

Dan tak itu saja, orang tua pun juga berjibaku membela ustadzah Eva, pada kompakan ngomongin hal tersebut dengan ustd. Sanjaya dan yayasan *hehehe,siapa dulu anaknya... duh, orangtuanya saja kompak, apalagi anak-anaknya... heuhehehe..* Rupanya setelah beberapa kali berunding, akhirnya ustadzah Eva gak jadi diberhentikan. Horeeee....! Kami pun kembali belajar bersama ustadzah Eva!


Namun, beberapa lama kemudian, tiba-tiba ustadzah Eva pun mengundurkan diri. Lagi-lagi kami shock... @@ Lo, ustadzah kok mengundurkan diri? Kenapa? Gimana dengan nasib kami...? *gimana?* Jadi, pas hari sabtu kami para akhwat jalan-jalan ke rumah ustadzah, rencananya sih mau belajar bareng ustadzah. Wew, sampai nyewa oplet segala tuh. Setibanya di rumah ustadzah, ustadzah pun bercerita. Sebenarnya, ustadzah mengundurkan diri karena gak ada kejelasan dari yayasan, katanya sih ustadzah gak jadi diberhentikan, tapi nyatanya sejak itu ustadzah malah gak mendapatkan uang gajian. Makanya ustadzah pun minta kejelasan. Tapi malah gak ada jawaban. Ustadzah akhirnya memutuskan mengundurkan diri, padahal sebenarnya ustadzah berat berpisah dengan kami...


Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic


Sekarang ustadzah sudah menjadi guru di SMP AL-Bayyinah ~

Dan kami akan selalu mengingat nasehat ustadzah, semoga kami akan selalu menjadi kebanggaan ustadzah...

Amin :)




I'm here ..
and you're there, my teacher
maybe we can not meet each other
and not also speak
Sometimes, I wait for you here
so you can guide me
as before
but I can not keep hoping
to return such past

I will remember your advice
and see
I will be the pride
forever~


by: Anie Ciel 'Nobara'

Senin, 22 Februari 2010

Mara, mara, mara itu tak perlu...

Tanggal 19 Februari 2010

Huft. Asal tahu aja, hari ini teman-teman ana itu menyebalkan sekali. Ana tahu mereka memang gak menyukai pelajaran matematika dan ust. Mardiansyah yang mengajar, tapi yang ana herankan sikap mereka kepada ustad. Masa’ saat pelajaran Mtk mereka aneh-aneh saja nanya ke ust. Mardiansyah, untung-untung kalau nanyanya yang berhubungan dengan mtk, tapi mereka malah nanya dengan pertanyaan yang gak ada hubungannya adengan mtk! Lalu, dengan entengnya mereka bertanya,

“Ustad. Ustad kok suka marah-marah?”

“Supaya kalian ngerti…..” *cuek*

“Ustad. Kalau marah-marah nanti cepat tua lho….”

“Yang penting kalian ngerti….!” *masih cuek*

“Ustad. Nanti tumbuh uban, ustad….” *ngotot*

“Yang penting kalian ngerti!!” *teuteup cuek*


Nah, sebenarnya mtk itu sangat mudah.
Kuncinya, kita hanya perlu menanamkan rasa suka
pada mtk :)


Duh, geram ana sama teman ana. Rasanya pengen ana jitak satu-satu. Ya ampuuun… masa’ nanya kayak gitu…!
Nah, satu lagi…
Saat itu Fifi bertanya lagi ke Ust. Mardiansyah, “Ustad, kami nakal ya ustad??”. Weleh-weleh, padahal gak usah di tanya pun kita sendiri juga tahu jawabannya kan?
Lalu, sang ustad pun menjawab dengan tegas, “Iya, nakal! Benar-benar nakal!”

Apa?

NAKAL????

Hu-uh. Ana sependapat dengan ustad, tapi ana sedih mendengar ucapan ustad, dan sekaligus ana sebal dengan pertanyaan fifi yang nyeleneh itu. Hemm, ntah lah. Ana sedih aja kita dianggap seperti itu. Memang, saat belajar mtk itu teman-teman ana asyik ngobrol aja dan kalau ustadnya sudah nyuruh diam, baru lah mereka mau menge-rem mulutnya itu. Saat ustadnya menerangkan pun mereka masih teuteup bicara, ntar kalau gak ngerti malah lari ke ana, kan jadinya ana yang pusing! Tapi tetap saja mereka sepertinya tidak bisa di atur… -,- Tiap belajar ribuuuutt terruuuss…. Kayaknya mulutnya gak bakal cape’ walaupun ngomong selama 24 jam, full. Duh, sampe bingung ana, emang beli batrai nya dimana sih? Koq mulutnya gak berhenti-berhenti padahal udah ngomong 24 jam nonstop! Halahhhh, aneh…

Hemmm, sob. Harusnya antum maklum dengan ustad mardiansyah yang menurut antum suka marah-marah itu, dan harusnya lagi antum dapat menjaga mulut dan sikap antum. Kan antum tahu sendiri kalau ustad mardiansyah itu baru mengajar kita, masa’ ustad udah cape’ datang dengan membawa harapan agar dapat memberikan ilmunya, eh tau-taunya murid yang akan di ajarnya bandel-bandel semua, mana gak bisa di atur pula! Teruss parahnya, malah murid tersebut nanya pertanyaan yang aneh-aneh lagi!!! Mending kalau ngerti apa yang diajarin, tapi kalau enggak? Grrr… selanjutnya antum tahu apa yang terjadi. Ustad pun akhirnya jadi kesal, dan marah-marah…


.stres mode on. Mau kayak gini?


Ayo minta maaf, minta maaf. Dan ikhlaskan hati antum untuk menerima pelajaran dari ustad, karena kalau enggak, ilmu tersebut gak bakal mau nyantol di kepala antum! Ish, serem kan? Ayoo, tazkiyyatun nafs, dong… Gimanna? Udah ikhlass… Kalau udah, silahkan lanjut di baca…

Ana juga sudah mengingatkan beberapa teman ana supaya mau memperhatikan ustad dan gak bertanya pertanyaan yang aneh lagi. Eh dia nya malah berkomentar, “Tapi ni, kalau di al-fityah itu, ustad/ustadzahnya gak ada yang marah. Nanti kalau marah-marah, tegang murid-murid jadinya.”. Hemm, benar juga. Tapi kalau ana sih,fine-fine aja. Namun seharusnya antum juga sadar kalau yang membuat ustad itu marah kan kita juga. Yang buat ustad itu kessal kan kita juga. Coba tengok sekolah-sekolah yang lainnya, banyak guru-guru yang juga sering memarahi muridnya.Dan bahkan sampai melakukan penyiksaan terhadap muridnya! Jadi, ana pikir ustad itu gak memarahi kita kok, ustad hanya kesal saja. Tapi yang ana herankan itu, ya kalian…. Kalau antum sekolah di sekolah yang lain, terus ada guru yang sedikit saja membentak antum, apa antum akan balas marah? Untunglah kita sekolah disini… :)


.Hhihi. Kalau lagi marah kita jelek lho!


.Makanya. Yuk belajar sungguh-sungguh.
.Biar dapat hasil memuaskan.

Huft. Tapi dulu kita gak seperti ini, lho. Dulu kita adem-ayem aja, saat belajar pun selalu tenang. Sekarang? Gak ussah tanya deh… Kalau bukan akhwat yang ribut, ya ikhwannya itu yang carii masalah. Dan sekarang kita juga gak disiplin, pengennya selaluuuu bermaiiiin…. anywhere and anytime. Yahh, seperti yang antum tahu, seolah hidup ini hanya diisi dengan bermain, bermain daaaaan bermain! Dan ana pikir kita seperti ini karena keadaan kita yang bingung dengan ustad/ustadzah yang gonta-ganti itu. Dan juga karena kita tidak memiliki ustadzah ana :’( Akhirnya, ya gitu deh. Seperti anak ayam yang kehilangan induknya saja. Teman ana pun banyak yang berpikir untuk pindah. Jadi, gimana dong? Ubah sikap kita yukk….



P.S. jangan suka marah-marah ya...


.Dari hati. Olehh: Anii.
.Agar dapat kita renungii bersama.

Selasa, 16 Februari 2010

Gara-gara Cinta?!

12 Februari 2010

Tadi pas jam B. Indonesia, usth. Atin memberi kami tugas untuk membuat puisi dengan tema bebas, mau temanya tentang sahabat kek, orang tua kek, pokoknya terserah lah. Nah, waktu untuk membuatnya pun 3 jam pelajaran, full.

Karena ana bosan belajar di kelas mulu, ana pun pergi keluar kelas, rencananya sih pengen cari inspirasi dan teman ana pun malah asyik ngekor ana, ngekor sih gak apa-apa, masalahnya walaupun sudah ngikutin ana keluar, bukannya segera buat puisi tapi merekanya malah cap-cuss meluluuu!! Udah gitu bicaranya keras pula! Padahal ana butuh konsentrasi untuk membuat puisi ini. Ya sudah, ana pun segera menyingkir dari mereka… Hhuhu. Ntar kalau lama-lama disana bisa Error ana =,=.

Hhehe.

Beberapa menit kemudian. Eh, ngomong-ngomong, suasana udah adem begini, pengganggu juga udah gak ada lagi, tapi kok idenya gak nongol-nongol juga ya? Aneh sekali… Waduh, gawatt… Gimana dong?! Mending buat di rumah aja lah, di sekolah ana emang gak bisa konsentrasi, lagian di rumah ana bisa ketemu kata2 yang aneh. Yupss, siip. Dan setelah ana lirik-lirik, ternyata teman ana udah banyak yang mengumpulkan tugasnya. Tapi, ada satu keanehan, ….



Cinta ("Love") <3

Sebenarnya sih, gak ada yang aneh dengan tugas ini, tapi yang anehnya itu teman-teman ana. Masa’ awalnya mereka membuat puisi dengan tema misalnya tema alam, tapi ternyata endingnya malah beralih ke cinta! Beneran! Yang pada awalnya gak niat buat puisi dengan tema tentang cinta, tapi akhirnya lama-kelamaan malah temanya berubah ke cinta! Aneh kan?! Dan kejadiannya aneh ini rata-rata di alami oleh teman ana yang lagi falling in love, lho! Duh, pusing kepala ana mikir mereka. Nah, faktanya. Ternyata sebagian besar anak-anak ibnu rusyd membuat puisi bertema cinta, pokoknya gak pandang bulu deh, mau dia akhwat atau ikhwan yang penting sebagian besar bertema cinta. Lebih-lebih ikhwannya! (nah, lho!) Ana pun juga jadi heran sendiri, kok bisa kayak gitu sih? Apa ini gara-gara cinta? Kalau benar, berarti hebat sekali….


Hmm, tapi gara-gara cinta juga teman-teman ana jadi lain, yahh, anehlah…

Apa cinta membuat orang jadi aneh!

Misalnya, jadi malah sering ngomongin soal ikhwan, atau sering bertanya siapa orang yang disukai temannya?

Dan, menurut ana, itu masih sebuah tanda tanya bessar?



Gambar Orang yang gila karen cinta (mungkin)


Nah, saran ana kepada antum-antum yang lagi falling in love:

Heemm, Oke. Cinta itu emang fitrahnya manusia. Dan jatuh cinta itu emang wajar, normal malah. Tapi antum mesti bisa menjaga hati ini dengan cara jangan terlalu memikirkan orang yang antum suka dan jangan memandanginya jika tidak ingin dosa. Antum tahu kan, entar malah bisa zina hati lagi

Dan lebih baik, antum simpan perasaan itu sendiri. Yah, jangan beritahu orang lain, nah kalaupun pengen ngasih tahu, ngasih tahu aja kepada orang yang antum percaya

Pada massa remaja ini, alangkah baiknya jika kita lebih mengutamakan belajar, tingkatkan prestasi aja dulu. Jangan mikir yang macam-macam, apalagi pacaran! Yakin aja, kalau jodoh pasti gak kemana deh… Percaya aja… Walau dia ada di London, tapi kalau emang jodoh, gak bakal lari deh. Hhihi. Kok malah ngomongin jodoh sih. Ya sudah, itu aja deh.



Pada akhirnya cinta yang utama itu hanya

kepada Allah :D



By: Ani Da Vinci :]



Senin, 08 Februari 2010

Banyak Kejadian Dalam 1 Hari~!

Tanggal 5 Februari 2010


Hmmm, Oke. Jangan tanya apa-apa dulu. Karena sekarang ana mau menenangkan diri. Huuuuuuuftttt….. Haaaahhhh…. 3x….


Nah, Bloggy. Pernahkah kalian mengalami banyak kejadian dalam satu hari? Sampai-sampai kalian lupa apa saja kejadian itu? Ya, saking banyaknya sehingga tak bisa dicerna oleh kepala kalian sendiri. Bayangkan itu! Dan, ana pun merasakannya. Satu hari dengan banyak kejadian yang memusingkan!! Yang menyebalkan, menyeramkan, membosankan sampai menyedihkan!!


1.)Pertama. Tentu saja dimulai ketika ana datang ke sekolah. Bayangkan! Pertama datang saja, sudah ada kejadian yang buat ana geleng-geleng kepala. Begini, kemaren ana kan gak datang ke sekolah karena hujan. Dan itu yang ana sesalkan. Seharusnya hari itu ana datang saja, karena asal kalian tahu kemaren itu benar2 menyenangkan sekali di sekolah. Eh, tunggu dulu!! Sepertinya kalian agak pusing dengan cerita ana. Begini, biar ana ulangi, saat ana tidak datang ternyata di kelas banyak kejadian asyik, seru tapi aneh :]. Kalian tahu gak, masa’ akhwat berantem sama Riski? Benar lho, ini gak bohong, masa’ akhwat bersatu melawan si Riski untuk membela Iid. Habiss, si Riski yang cari gara2 tuh, masa’ di papan tulis dia gambar gajah sama tikus, truss pake love2 pula. Maksudnya sih buat nyindir Iid dan Afridol. Jadi, terang saja Iid nangis dan ngacir ke Ibnu Sina, buat tenangin dirilah. Tak terima Iid di buat nangis oleh Riski, akhwat pun habis-habisan ngebela Iid, sampai-sampai Riski kayaknya terpojok. Ya iyalah, wong akhwat bejibun gitu, sementara Riski cuma sendiri, kasian kan?

Tapi kayaknya pertengkaran berubah jadi aneh deh, bukan hanya ngebela Iid, tapi akhwat juga cek-cok sama Riski. Saling balas mengejeklah, yaitu dengan adu mulut atau gak dengan membalas membuat gambar gajah dgn perut yg buncit!!! Astaghfirullah…


2.)Kedua. Selama jam pelajaran ust. Tono bukannnya belajar, kami malah asyik cerita-cerita seram. Mumpung ustadnya lagi gak ada, daripada bengong gak jelas lebih asyik cerita-cerita yang berbau seram kan? Dan kali ini yang berdongeng adalah duo Rena dan Akla. Widiiih… cerita-ceritanya seram sekali, lo. Soalnya ini adalah kisah nyata, jadi mereka sendiri yg mengalaminya. Hiyyy…. Sampai-sampai ana, amiroh dan abit terus-terusan merinding sampai pelajaran MAI tiba. Beneran!! Ana dgn abit pun sdh memutuskan bahwa the best cerita seram kali ini adalah cerita dari ‘AKLA’!!


3.)Ketiga. MAI kali ini ada yang baru, soalnya kakak mentoring kami yang lama gak datang karena ke rumah sakit. Daaaan…. yang menggantikannya adalah kak afshah, kalo gak salah sih. Kakaknya asyik, baik, dan yang penting punya tai lalat di dekat dagu! Kenapa emangnya dengan tai lalat di dekat dagu?? Begini saudara-saudari, soalnya ana suka orang yang punya tai lalat disekitar muka, habiss imut-imut, lucu sih.

Eh, eh! Kok pada ngomongin soal tai lalat sih?!

Sebenarnya bukan itu yang membuat gempar kajadian kali ini, tapi yang membuat gempar adalah ikhwan! Atau lebih tepatnya si Ikhsan! Kejadiannya seperti ini, saat itu akhwat sedang asyik tilawah pada saat pelajaran MAI, dan yang ada di kelas itu hanya ada akhwat soalnya ikhwan MAI-nya di teras kelas. Nah, padahal kelas lagi anteng-antengnya, tiba-tiba saja Ikhsan nongolin kepalanya di pintu. “Bilang sama *******, kalau bang ***** suka *******”, katanya tiba-tiba seperti orang berbisik. Khaulah pun nyadar dan bilang, “Apa???”. Ikhsan pun kembali berbisik hal yang sama. Dan Khaula kembali bertanya hal yang sama pula. Akhirnya Ikhsan pun berulang kali mengucapkannya, daaaann dengan nada berbisik. Lalu Ikhsan pun nyelonong pergi, sementara akhwatnya melongo kayak sapi ompong karena mendengar perkataan ikhsan yg diluar perkiraan tadi, heran ya? Kok bisa ikhsan seberani itu ngomong sama akhwat yg bejibun itu, apalagi ngomong hal yang aneh pula? Benar-benar aneh ikhwan ibnu rusyd jaman sekarang ya. Sebenarnya bukan yang di bilang ikhsan itu yang aneh, terlepas itu benar atau tidak. Toh, ******* juga tidak peduli. Tapi beraninya ikhsan itu yg perlu ditanyakan, sebenarnya a-da a-pa?


4.)Keempat. Kejadian yang beda pada saat pelajaran MAI. Disela-sela MAI Fifi permisi, dan tibanya di kelas Fifi malah panik. Kak afshah pun meminta agar Fifi bercerita pada kami semua. Ternyata ini soal kak inas dan fifi. Waktu itu kalau gak salah fifi naik tangga, tiba-tiba saja kak Inas malah meninju bahu Fifi. Dan tak itu saja, kak Inas juga menghalang-halangi Fifi naik ke atas, tak terima digitukan, Fifi pun malah mendorong kakak-kakak itu dan segera melesat menuju kelas. Sebenarnya kak Inas itu bukan marah tanpa sebab (MTS), sehingga seenak-enaknya meninju Fifi. Tapi itu semua juga salah kami, soalnya waktu habis wudu’, kami bertemu kak inas di tangga, dan ding dong Adepun punya ide untuk menjahili kak inas yaitu dengan cara menghalangi kak inas naik tangga. Ya sudah, ade pun bersatu dgn Fifi utk menjalankan ide jahilnya.

“Wooy… misi lah. Seriuslah wooyy…”, kata Kak Inas dengan marah. Tapi Fifi dan Ade terus-terusan saja menghalangi Kak Inas. Dan di puncak tangga kak Inas pun menggurutu, “Dasar ibnu-ibnu, lihat aja nanti….!,” katanya ketus sambil berjalan ke Al-Kindy.

Nah, sorenya baru mereka pun berdamai. Huft. Syukurlah. Padahal cuma masalah itu pun, masa’ kita mesti berantem hanya karena hal kecil? Gak sehat dong….


5.)Kelima. Ini kejadian menyedihkan di saat pulang sekolah. Begini, masa’ teman-teman bilang kalau ust. Heri mau pindah ke SD? Yang bener aja kan! “Halahh, gossip itu…. Palingan Cuma bo’ongan”, pikir ana gak percaya. Lagian gossip itu kan biasanya udah di bumbui pake merica, garam, gula, terus di goreng atau gak di panggang, wiidiiih makin sip deh tuh. Mendingan gak usah urusin itu, palingan ntar gossipnya hilang juga kan? Jadi, ngapain cape’? Dan yang terpenting, masa’ ust. Heri tega ninggalin kami, ntar kami di ajar siapa? Halahh, gak mungkin… gak mungkin….

Awalnya, ana hanya menduga itu cuma gossip yang di buat teman-teman ana. Tapi lama-kelamaan kok kayaknya itu keterlaluan, serius! Ini bukan mimpi! Atau apalagi bualan teman-teman ana. Kalau iya itu kerjaan mereka, kurang kerjaan sekali kan?? Apalagi ini sudah keterlaluan!!

Dan ternyata berita itu benar, ana lihat teman ana banyak yang nangis, anak kelas 8, maupun adek-adek kelas 7… semua matanya banjir….

Jadi, berita itu gak bohong dong?

“Tadi kami ajak ust. Heri demo, tapi ust-nya gak mau. Kata ust, ustad mau nenangin diri dulu di atas,” kata seseorang. “Woooy, demo yok wooy….,” ajak yang lainnya, “Kita ketemu sama ust. Sanjaya,”, lanjutnya.

Hiks, hiks… jadi, ust. Heri beneran pindah, sob. Bagaimana ini? Masa’ ust kita mau di ambil?? Hhuhu. Gimana dong?


By: Hairatunnisa’ (Ani)