♡Annyeong Haseo♡

Image and video hosting by TinyPic

Update. Status. !

gyaaa.. saya kehilangan kucing ! !
kalau ada yang nemu, tolong antar ke rumah yaa..
TT_TT
- - Our Journal - -

This is about everything...

Senin, 22 Februari 2010

Mara, mara, mara itu tak perlu...

Tanggal 19 Februari 2010

Huft. Asal tahu aja, hari ini teman-teman ana itu menyebalkan sekali. Ana tahu mereka memang gak menyukai pelajaran matematika dan ust. Mardiansyah yang mengajar, tapi yang ana herankan sikap mereka kepada ustad. Masa’ saat pelajaran Mtk mereka aneh-aneh saja nanya ke ust. Mardiansyah, untung-untung kalau nanyanya yang berhubungan dengan mtk, tapi mereka malah nanya dengan pertanyaan yang gak ada hubungannya adengan mtk! Lalu, dengan entengnya mereka bertanya,

“Ustad. Ustad kok suka marah-marah?”

“Supaya kalian ngerti…..” *cuek*

“Ustad. Kalau marah-marah nanti cepat tua lho….”

“Yang penting kalian ngerti….!*masih cuek*

“Ustad. Nanti tumbuh uban, ustad….” *ngotot*

“Yang penting kalian ngerti!!” *teuteup cuek*


Nah, sebenarnya mtk itu sangat mudah.
Kuncinya, kita hanya perlu menanamkan rasa suka
pada mtk :)


Duh, geram ana sama teman ana. Rasanya pengen ana jitak satu-satu. Ya ampuuun… masa’ nanya kayak gitu…!
Nah, satu lagi…
Saat itu Fifi bertanya lagi ke Ust. Mardiansyah, “Ustad, kami nakal ya ustad??”. Weleh-weleh, padahal gak usah di tanya pun kita sendiri juga tahu jawabannya kan?
Lalu, sang ustad pun menjawab dengan tegas, “Iya, nakal! Benar-benar nakal!”

Apa?

NAKAL????

Hu-uh. Ana sependapat dengan ustad, tapi ana sedih mendengar ucapan ustad, dan sekaligus ana sebal dengan pertanyaan fifi yang nyeleneh itu. Hemm, ntah lah. Ana sedih aja kita dianggap seperti itu. Memang, saat belajar mtk itu teman-teman ana asyik ngobrol aja dan kalau ustadnya sudah nyuruh diam, baru lah mereka mau menge-rem mulutnya itu. Saat ustadnya menerangkan pun mereka masih teuteup bicara, ntar kalau gak ngerti malah lari ke ana, kan jadinya ana yang pusing! Tapi tetap saja mereka sepertinya tidak bisa di atur… -,- Tiap belajar ribuuuutt terruuuss…. Kayaknya mulutnya gak bakal cape’ walaupun ngomong selama 24 jam, full. Duh, sampe bingung ana, emang beli batrai nya dimana sih? Koq mulutnya gak berhenti-berhenti padahal udah ngomong 24 jam nonstop! Halahhhh, aneh…

Hemmm, sob. Harusnya antum maklum dengan ustad mardiansyah yang menurut antum suka marah-marah itu, dan harusnya lagi antum dapat menjaga mulut dan sikap antum. Kan antum tahu sendiri kalau ustad mardiansyah itu baru mengajar kita, masa’ ustad udah cape’ datang dengan membawa harapan agar dapat memberikan ilmunya, eh tau-taunya murid yang akan di ajarnya bandel-bandel semua, mana gak bisa di atur pula! Teruss parahnya, malah murid tersebut nanya pertanyaan yang aneh-aneh lagi!!! Mending kalau ngerti apa yang diajarin, tapi kalau enggak? Grrr… selanjutnya antum tahu apa yang terjadi. Ustad pun akhirnya jadi kesal, dan marah-marah…


.stres mode on. Mau kayak gini?


Ayo minta maaf, minta maaf. Dan ikhlaskan hati antum untuk menerima pelajaran dari ustad, karena kalau enggak, ilmu tersebut gak bakal mau nyantol di kepala antum! Ish, serem kan? Ayoo, tazkiyyatun nafs, dong… Gimanna? Udah ikhlass… Kalau udah, silahkan lanjut di baca…

Ana juga sudah mengingatkan beberapa teman ana supaya mau memperhatikan ustad dan gak bertanya pertanyaan yang aneh lagi. Eh dia nya malah berkomentar, “Tapi ni, kalau di al-fityah itu, ustad/ustadzahnya gak ada yang marah. Nanti kalau marah-marah, tegang murid-murid jadinya.”. Hemm, benar juga. Tapi kalau ana sih,fine-fine aja. Namun seharusnya antum juga sadar kalau yang membuat ustad itu marah kan kita juga. Yang buat ustad itu kessal kan kita juga. Coba tengok sekolah-sekolah yang lainnya, banyak guru-guru yang juga sering memarahi muridnya.Dan bahkan sampai melakukan penyiksaan terhadap muridnya! Jadi, ana pikir ustad itu gak memarahi kita kok, ustad hanya kesal saja. Tapi yang ana herankan itu, ya kalian…. Kalau antum sekolah di sekolah yang lain, terus ada guru yang sedikit saja membentak antum, apa antum akan balas marah? Untunglah kita sekolah disini… :)


.Hhihi. Kalau lagi marah kita jelek lho!


.Makanya. Yuk belajar sungguh-sungguh.
.Biar dapat hasil memuaskan.

Huft. Tapi dulu kita gak seperti ini, lho. Dulu kita adem-ayem aja, saat belajar pun selalu tenang. Sekarang? Gak ussah tanya deh… Kalau bukan akhwat yang ribut, ya ikhwannya itu yang carii masalah. Dan sekarang kita juga gak disiplin, pengennya selaluuuu bermaiiiin…. anywhere and anytime. Yahh, seperti yang antum tahu, seolah hidup ini hanya diisi dengan bermain, bermain daaaaan bermain! Dan ana pikir kita seperti ini karena keadaan kita yang bingung dengan ustad/ustadzah yang gonta-ganti itu. Dan juga karena kita tidak memiliki ustadzah ana :’( Akhirnya, ya gitu deh. Seperti anak ayam yang kehilangan induknya saja. Teman ana pun banyak yang berpikir untuk pindah. Jadi, gimana dong? Ubah sikap kita yukk….



P.S. jangan suka marah-marah ya...


.Dari hati. Olehh: Anii.
.Agar dapat kita renungii bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar